JAKARTA, Anggota DPRD Kabupaten Ngada dari Fraksi Amanat Demokrat, Benediktus Lagho, menilai kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diikuti bersama 24 anggota DPRD Ngada lainnya di Jakarta bukan hanya berjalan lancar, tetapi juga sangat bermanfaat secara substansial.
Kegiatan ini berlangsung dari 5 hingga 8 Mei 2025 di lantai dua Hotel Ibis Styles Gajah Mada Jakarta dan merupakan hasil kerja sama dengan Universitas Respati Indonesia.
Dalam keterangannya, Benediktus mengungkapkan bahwa Bimtek ini menjadi ruang yang selama ini kosong dan akhirnya terisi dengan pemahaman yang lebih kaya akan tata kelola pemerintahan daerah.
“Kegiatan ini bukan sekadar formalitas. Ada ruang hampa yang sekarang sudah bisa diisi dan semakin diperkaya. Senang, bahagia, dan ini semua patut disyukuri,” ujarnya saat dihubungi Telegrafnesia.com, Rabu, 7 Mei 2025.
BACA JUGA: HIMBAUAN DAN PERMINTAAN UNTUK SELURUH KADER DEMOKRAT NUSA TENGGARA TIMUR
Menurut Benediktus, kegiatan Bimtek adalah bentuk nyata penguatan peran representatif DPRD sebagai mitra pemerintah daerah.
“Timba ilmu tidak salah. Kita punya instruktur profesional berbagi bekal. Tinggal bagaimana kita implementasikan di daerah. Ngada menanti, dan kita harus berbagi demi rakyat,” tegas Kader Partai Demokrat ini.
Bimtek tersebut dibuka dan ditutup oleh Ketua DPRD Ngada, serta dihadiri oleh dua pimpinan dan seluruh anggota DPRD hingga kegiatan berakhir.
Selama kegiatan, peserta menerima pembekalan dari empat narasumber yang berkompeten di bidangnya.
Praktisi Hukum Tata Negara, Rafli Harun, menjadi pembicara pertama dengan materi tentang “Peran Pemerintah dan Analisis Kebijakan Publik”.
Ia menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh dalam merumuskan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kebijakan publik harus lahir dari analisis yang matang, bukan sekadar wacana politik,” kata Rafli.
Kemudian, Dr. Ihsan Dirgahayu, S.STP., M.AP., menyampaikan materi mengenai “Optimalisasi Fungsi DPRD Dalam Pengelolaan Keuangan melalui SIPD”.
Ia menjelaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah tidak dapat ditawar. SIPD menjadi alat yang efektif untuk itu.
Narasumber ketiga, Fernando, membahas “Pengelolaan Keuangan Daerah & Efisiensi APBD 2025” dengan mengacu pada Inpres No.1 Tahun 2025 dan Surat Edaran Mendagri No.900/833/SJ.
Ia menekankan bahwa efisiensi APBD harus ditujukan pada prioritas yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat, bukan hanya sekadar pemangkasan anggaran.
Sesi terakhir ditutup oleh Dr. Hari Nur Cahya Murni, M.Si., dengan topik “Penyusunan RPJMD & RENSTRA Perangkat Daerah”.
Dirinya mengingatkan pentingnya sinkronisasi antara visi-misi kepala daerah dengan perencanaan strategis perangkat daerah, demi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Melalui berbagai paparan materi tersebut, para peserta kembali diingatkan pada tiga fungsi utama DPRD yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan.
Benediktus Lagho menyebutkan bahwa Bimtek ini menguatkan kesadaran akan tanggung jawab besar di balik tiga fungsi tersebut.
“Representatif masyarakat tidak boleh hanya menjadi simbol. Ia harus mencerminkan kualitas, kapabilitas, dan profesionalitas,” tegasnya.
Tak hanya sesi formal, kegiatan ini juga memberi ruang bagi kebersamaan antarpeserta melalui makan malam bersama dan momen santai yang turut mempererat solidaritas.
Namun di balik dinamika Jakarta yang disebut Benediktus sebagai “surga dan neraka sekaligus”, ia tetap menekankan esensi dari keikutsertaan dalam Bimtek tersebut.
“Jakarta itu pusat segalanya. Tapi semua kembali ke tuan badan. Apa kita pulang dengan cuma catatan, atau kita pulang bawa harapan?” katanya penuh reflektif.
Ia menutup dengan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan Bimtek, termasuk narasumber, pihak hotel, Pemda Ngada, rekan-rekan DPRD, dan Sekretariat Dewan.
“Sayonara Ibis Styles Gajah Mada Jakarta. Ini bukan akhir, ini awal dari tanggung jawab baru. Kita kembali ke Ngada lebih siap dan lebih paham,” katanya lagi.
Melalui kegiatan ini, Benediktus Lagho bersama Anggota DPRD Ngada yang lainnya menegaskan komitmennya untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
“Harapannya, ilmu yang diperoleh dari Bimtek dapat diimplementasikan dalam tugas legislasi, penganggaran, dan pengawasan, demi kemajuan Kabupaten Ngada dan seluruh masyarakat,” pungkas Benediktus. ***
Artikel ini telah tayang di Telegrafnesia.com dengan judul dan tautan: https://www.telegrafnesia.com/polkam/41315107861/benediktus-lagho-nilai-bimtek-dprd-ngada-di-jakarta-bermakna-dan-perlu-diimplementasikan

